BIONS | 2022-03-22

Karakteristik Reksadana Terproteksi dan Resikonya

Bions.id - Beberapa tahun belakangan ini banyak investor muda di bawah 30 tahun mulai tertarik untuk memulai berinvestasi di reksadana. Salah satu jenis reksadana yang banyak orang ingin ketahui adalah reksadana terproteksi.

Apa yang dimaksud dengan reksadana terproteksi? Dan apa bedanya dengan reksadana pada umumnya?

Jika kamu adalah salah satu yang tertarik berinvestasi produk reksadana terproteksi, Minbi akan menjelaskannya disini dengan detail. Sehingga kamu bisa lebih memahami salah satu jenis produk reksadana yang lebih minim risiko dibanding jenis investasi reksadana lainnya seperti reksadana saham.

Apa Yang Dimaksud Reksadana Terproteksi?

Dilansir dari laman OJK, Reksadana terproteksi merupakan jenis reksadana yang memproteksi 100% nilai pokok investasi yang diberikan investor sampai pada masa jatuh tempo.

Sehingga cara kerja investasi reksadana proteksi berbeda dengan reksadana indeks dan reksadana terbuka/open-end. Karena reksadana ini memiliki jangka waktu investasi yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Manajer Investasi yang kamu pilih.

Kamu tetap bisa mencairkan reksadana proteksi sebelum jatuh tempo, tetapi tidak ada jaminan proteksi akan nilai pokok investasi yang diberikan.

Perlu diketahui juga bahwa jenis reksadana ini hanya memiliki masa penawaran terbatas, sehingga investor hanya bisa membeli reksadana proteksi pada waktu tertentu saja.

Karakteristik Jenis Reksadana Terproteksi

Untuk bisa memahami lebih lanjut tentang reksadana terproteksi, silahkan simak penjelasan lebih lanjut.

1. Hanya Bisa Dibeli Pada Saat Masa Penawaran Saja

Berbeda dengan jenis reksadana lainnya, reksadana ini hanya dapat dibeli pada saat masa penawaran saja. Sehingga kita tidak bisa membelinya kapanpun seperti jenis reksa dana terbuka/open-end.

Jika masa penawaran telah berakhir, kita tidak akan bisa membeli reksadana terproteksi.

2. Ada Jangka Waktu Investasi

Selain hanya dapat dibeli saat masa penawaran dibuka, reksadana terproteksi juga memiliki jangka waktu investasi.

Sehingga jika kita mengambil atau mencairkan dana di reksdana ini sebelum jangka waktunya, maka kita tidak akan mendapatkan jaminan akan proteksi atas pokok investasi 100% sesuai dengan kesepakatan.

Jadi, pastikan jika ingin berinvestasi di reksadana ini menggunakan dana yang tidak akan digunakan sama sekali.

3. Keuntungan atau Imbalan Yang Didapatkan

Umumnya saat kita memilih berinvestasi di jenis reksadana terproteksi, keuntungan atau imbal hasil yang didapatkan besarannya sudah dapat diperkirakan. Besarnya imbal hasil yang didapatkan dari reksadana terproteksi pada umumnya lebih tinggi dari imbal hasil yang diberikan pihak perbankan seperti deposito dan tabungan. Atau lebih tepatnya imbalan yang didapatkan berdasarkan Yield Surat Utang Negara ataupun obligasi korporasi.

Saat memilih produk reksadana ini, Manager Investasi akan menempatkan aset 70 persen ke instrumen obligasi dan sisanya ditempatkan pada instrumen lain yaitu pasar uang. Imbal hasil atau return yang didapatkan investor biasanya dibayarkan secara bertahap setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali ataupun 1 tahun sekali.

4. Pengelolaan Investasi

Tidak seperti produk investasi reksadana terbuka/open-end, Manajer Investasi akan mengelola reksadana terproteksi dengan pasif. Artinya manajer investasi tidak aktif melakukan jual beli obligasi, sehingga investor tidak akan mendapatkan return dari selisih jual beli obligasi di pasar sekunder.

Resiko Reksadana Terproteksi

Jenis investasi  reksadana terproteksi masih memiliki risiko yaitu salah satunya adalah risiko akibat turunnya nilai pokok investasi. Hal ini dikarenakan kamu menjual unit penyertaan sebelum masa jangka waktu investasi berakhir.

Risiko lainnya yang bisa terjadi yaitu penerbit obligasi gagal bayar, sehingga menyebabkan nilai awal investasi dan imbalan hasil (return) akan berkurang bahkan terparah bisa tidak dibayarkan oleh perusahaan yang menerbitkan obligasi.

Karena itu investor harus lebih memahami akan risiko yang dapat terjadi, terutama risiko wanprestasi atau risiko kredit. Karena saat perusahaan penerbit obligasi gagal bayar, maka return dan proteksi nilai investasi awal juga bisa hilang.

Proses penilaian pada risiko kredit umumnya dilakukan oleh OJK dan hasil penilaian dinyatakan dalam bentuk rating yaitu Non Investment Grade (Tidak Layak Investasi) dan Investment Grade (Layak Investasi). Surat hutang yang memiliki peringkat layak untuk investasi adalah AAA, AA, A dan BBB, sehingga pastikan surat hutang yang dipilih oleh manajer investasi untuk diinvestasikan dalam reksadana terproteksi memiliki  kategori peringkat layak.

Perusahaan penerbitan surat utang yang memiliki peringkat layak investasi, seiring berjalannya waktu bisa juga mengalami penurunan rating menjadi tidak layak investasi. Jadi sebaiknya investor harus banyak mempelajari tentang aset dasar reksadana jenis ini. Terutama dengan meminta laporan keuangan perusahaan yang akan dijadikan aset dasar dalam reksadana terproteksi yang kamu beli. Sehingga kamu tidak hanya langsung percaya dengan manajer investasi dalam melakukan kegiatan pemilihan perusahaan penerbit obligasi.

Jadi dapat disimpulkan jenis reksadana terproteksi merupakan produk reksadana yang menarik, tetapi perlu diingat bahwa setiap investasi pasti ada risiko yang harus kita tanggung. Jadi sebaiknya tidak hanya memperhatikan tingkat keuntungan saja tetapi juga memahami risiko saat berinvestasi reksadana terproteksi.

Nah, Setelah kamu mengetahui karakteristik dan risiko dari reksadana terproteksi tentunya kamu dapat menggunakan platform BIONS sebagai aplikasi investasi kamu. Selain reksadana, BIONS juga juga memiliki beberapa intrumen investasi lain seperti saham dan EBA Ritel. Tunggu apalagi? Segera miliki akun BIONS sekarang ya.

Related Tutorial

Author Detail

BIONS

Admin Digital Channel

Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut