Admin Dina | 2021-01-20

Analisis Teknikal: Seru Membaca Trend Harga

Di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai salah satu cara untuk menilai suatu saham yaitu; analisis fundamental. Di artikel kali ini kita akan membahas mengenai analisis teknikal.

“Apa itu analisis teknikal?”

Analisis teknikal adalah sebuah metode analisa harga yang mempelajari aktivitas pasar dengan mengolah data – data historis sebagai indikator utama, baik dengan menggunakan data historis pergerakan harga saham, volume transaksi, grafik, dan pola – pola tertentu yang kemudian digunakan untuk memprediksi pergerakan harga kedepan.

Analisis teknikal sering digunakan oleh investor dan trader sebagai alat utama dalam aktivitas trading untuk memperkirakan arah pergerakan harga, membuat batas pergerakan dalam kondisi tertentu, menunjukkan target arah beserta risikonya serta mencari timing yang tepat dalam membeli dan menjual saham guna mendapatkan capital gain secara maksimal.

Ada 3 istilah yang harus kamu pelajari terlebih dahulu sebelum kamu belajar mengenai analisis teknikal lebih dalam. Tiga istilah tersebut adalah trend, chart, serta support dan resistance. Ketiga istilah ini akan sering muncul ketika kamu menggunakan analisis teknikal.

1. Trend

Trend adalah arah kecenderungan pergerakan harga saham dalam periode waktu tertentu. Menurut teori Dow harga bergerak berdasarkan tiga macam tren yaitu bullish (uptrend), bearish (downtrend), dan sideways.

2. Chart

Dalam analisis teknikal, chart digunakan untuk melihat pergerakan nilai harga suatu saham yang terjadi dalam periode waktu yang kamu kehendaki. Beberapa jenis chart yang dapat digunakan dalam analisa teknikal antara lain: line chart, bar chart, candlestick chart dan lain – lain.

3. Support dan Resistence

Support dan Resistence merupakan metode dan indikator yang paling umum dan sering digunakan dalam analisis teknikal.

Support adalah titik harga bawah, dimana pada level tersebut penurunan harga suatu saham memiliki probabilitas besar untuk tertahan dan memiliki potensi besar untuk berbalik naik (Rebound).

Resistance adalah titik harga atas dimana pada level tersebut kenaikan harga suatu saham memiliki probabilitas besar untuk tertahan dan memiliki potensi besar untuk berbalik turun (Correction).

Ada banyak cara untuk menentukan level support dan resistance yaitu: Fibonacci Retracement, Moving Average, Trendline, dan Pivot Point.

“Indikator penlaian apa saja yang digunakan dalam Analisis Teknikal?”

Dalam analisis teknikal terdapat banyak indikator – indikator sebagai alat bantu yang berfungsi untuk memastikan apakah analisis yang dilakukan memiliki tingkat probabilitas ketepatan yang tinggi atau tidak. Indikator – indikator yang umum digunakan oleh para trader adalah:

1. Moving Average (MA)

Moving Average (MA) dibentuk dengan cara menghitung rata – rata (mean) harga saham selama periode waktu tertentu.

MA adalah salah satu indikator yang berfungsi untuk memuluskan satu serial data dan memudahkan kamu untuk memetakan trend dan mempermudah mengetahui kecenderungan arah harga di waktu yang akan datang.

2. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD adalah indikator momentum mengikuti trend yang menunjukkan hubungan antara dua moving average. Garis MACD dihitung dengan mengambil perbedaan antara periode panjang dan periode pendek dari rata – rata bergerak eksponensial.

3. Stochastic Oscillator (SO)

Stochastic Oscillator (SO) merupakan indikator yang menunjukan lokasi dari penutupan harga saat ini relative terhadap wilayah titik tinggi – rendah selama periode tertentu.

4. Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) dikembangkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978, merupakan suatu indikator yang mengukur kecepatan perubahan kenaikan dan penurunan pergerakan harga saham.

Indikator RSI dapat memberikan informasi apakah harga pasar sudah overbought atau oversold.

5. Bollinger Bands (BB)

Bollinger Bands (BB) merupakan indikator yang melibatkan perhitungan votalitas harga sebuah saham. Pada dasarnya indikator ini menganalisis apakah pasar sedang ramai atau tenang, sehingga strategi yang akan digunakan untuk pasar dapat ditentukan.

Indikator Bollinger Bands juga sering digunakan untuk menunjukkan apakah pasar sedang bergerak sideways atau trending.

“Jadi lebih baik menggunakan analisis fundamental atau analisis teknikal?”

Teknis analisis yang cocok tentunya berbeda – beda bagi setiap orang, karena setiap orang tentunya memiliki tujuan investasi yang berbeda – beda pula. Baik analisis fundamental dan analisis teknikal, kedua analisis tersebut memiliki keuntungan dan risiko masing – masing. Karena itu, banyak investor dan trader yang menggabungkan teknik analisis fundamental dan analisis teknikal.

Dengan menggunakan kombinasi kedua analisis tersebut, kamu dapat menilai layak atau tidaknya suatu saham untuk dibeli dengan menilai performa perusahaan menggunakan analisis fundamental, dan saat kamu telah yakin bahwa fundamental perusahaan tersebut bagus, kamu dapat menggunakan analisis teknikal untuk menentukan timing membeli dan menjual saham serta memprediksi pergerakan harga saham tersebut. Dengan begitu kesempatan kamu untuk meraih capital gain yang kamu inginkan kian terbuka lebar.

Jika kamu masih bingung untuk menentukan saham apa yang ingin kamu beli … jangan khawatir! Tim research BNI Sekuritas  menyediakan rekomendasi saham bagi nasabah – nasabah BNI Sekuritas, baik berdasarkan analisis fundamental maupun teknikal.

Yuk, buka rekening investasi bersama BNI Sekuritas untuk mendapatkan rekomendasi harian dari tim analis kami.

Related Tutorial

Author Detail

Admin Dina

Admin Digital Channel

Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut