Admin Dina | 2021-04-27

Hindari 5 Kesalahan Pemula dalam Investasi Reksa Dana

Investasi tentu bukan lagi menjadi istilah yang asing bagi masyarakat luas terutama generasi milenial. Di era globalisasi seperti saat ini, dunia finansial dan investasi terus mengalami perkembangan yang pesat. Jenis dan produk instrumen investasi yang ditawarkan dewasa ini juga semakin beragam, salah satu contohnya adalah Reksa Dana

Tetapi bagi kamu yang baru saja memulai untuk berinvestasi Reksa Dana, penting untuk kamu ketahui agar terhindar dari 5 kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor pemula, sehingga kamu dapat memilih investasi dengan tepat dan dapat mencapai tujuan investasi kamu. Yuk Kita bahas!

1. Tidak Memiliki Tujuan Investasi

Kesalahan umum pertama yang sering terjadi adalah investor pemula tidak memiliki tujuan investasi yang akan dicapai. Investasi tanpa tujuan ibarat mengendarai kendaraan tanpa tujuan. Alih-alih sampai ke tujuan, jangan-jangan kamu hanya berkeliling tidak jelas dan hanya menghabiskan bensin, waktu dan uang.

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi kamu. Apakah jangka panjang atau jangka pendek, seperti membeli rumah atau membayar uang sekolah anak? Dengan menentukan tujuan investasi tentu akan lebih mudah untuk memutuskan produk Reksa Dana yang tepat untuk kamu!

2. Tidak Hati-Hati dalam Memilih Manajer Investasi

Kesalahan umum kedua yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah tidak berhati – hati dalam memilih manajer investasi. Dalam memilih Manajer Investasi kamu harus melakukan riset mengenai rekam jejak dari Manajer Investasi.

Kamu harus memastikan bahwa tim pengelola investasi dari suatu Manajer Investasi memiliki pengalaman dan keahlian yang baik dalam mengelola investasi Kamu. 

3. Tidak Paham Jenis Produk Reksa Dana

Kesalahan umum ketiga yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah tidak memahami jenis produk reksa dana sehingga sering kali salah memilih jenis reksa dana. Sebelum memutuskan untuk memilih jenis reksa dana, kamu juga harus mencari informasi mengenai reksa dana tersebut.

Selain melihat tingkat keuntungan kamu juga harus memperhatikan hal-hal lainnya seperti, konsistensi kinerja, historikal kinerja, imbal hasil, dana kelolaan (AUM) serta risiko yang dapat dilihat melalui fund fact sheet reksa dana atau melalui prospektus reksa dana. Dengan demikian kamu dapat memilih produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi kamu.

4. Tidak Paham Profil Risiko

Kesalahan umum keempat yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah tidak paham dengan profil risiko pribadi sehingga salah memilih jenis reksa dana. Masing-masing individu pastinya memiliki profil risiko masing-masing seperti agresif, moderat dan juga konservatif.

Dengan mengetahui profil risiko pribadi kamu dapat terhindar dari memilih reksa dana yang tidak cocok dengan profil risiko kamu. Seseorang yang memiliki profil risiko yang agresif pastinya akan memilih jenis reksa dana yang berbeda dengan orang yang memiliki profil risiko yang konservatif.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki profil risiko yang konservatif, reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang cocok untuk dipilih. Tetapi jika kamu memiliki profil risiko yang agresif, tentunya kamu akan lebih memilih jenis reksa dana saham.

5. Tidak Melakukan Diversifikasi

Kesalahan umum kelima yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah hanya menempatkan seluruh dana yang dimiliki hanya pada 1 instrumen investasi saja. Mengalokasikan seluruh dana yang dimiliki di satu tempat saja justru meningkatkan risiko. Bayangkan saja apabila investasi pilihan kamu sedang turun dan kamu merugi, kamu dapat kehilangan seluruh dana kamu.

Karena itu, untuk mengurangi tingkat risiko kerugian tersebut kamu dapat mengkombinasikan dana kamu di berbagai macam pilihan jenis reksa dana. Dengan berinvestasi reksa dana di aplikasi BIONS dari BNI Sekuritas, kamu dengan mudah dapat memilih reksa dana dari Manajer Investasi yang terdaftar di BIONS. Untuk info lebih lanjut kamu bisa langsung kunjungi website www.bions.id

Jadi jika sewaktu-waktu salah satu investasi reksa dana kamu sedang mengalami risiko penurunan, kamu memiliki investasi lain yang menjadi cadangan atau bahkan dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

Itu adalah 5 kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula saat berinvestasi reksa dana. Semoga setelah mengetahuinya, kamu menjadi yakin dan tidak ragu untuk memulai berinvestasi reksa dana.

Related Tutorial

Author Detail

Admin Dina

Admin Digital Channel

Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut