BIONS | 2022-12-14

Yuk, Memahami Emiten Lebih Dalam

Bagi kamu yang sudah lama terjun di dunia investasi, kamu pasti sering menjumpai istilah ‘emiten’. Namun, seringkali investor keliru memahami makna dari emiten dan beranggapan bahwa emiten serupa dengan perusahaan publik. Padahal terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua istilah tersebut loh. Yuk, #SobatBIONS mari simak artikel berikut untuk memahami emiten lebih jauh. 

Pengertian Emiten

Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum, sebagaimana disebutkan dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Dalam hal ini, bentuk penawaran umum yang ditawarkan adalah efek investasi yang dapat berupa saham, surat utang, surat berharga komersial, saham, tanda bukti utang, dan lain-lain. Di Indonesia emiten tidak hanya dalam bentuk badan usaha, tapi juga bisa berupa perseorangan, asosiasi, atau kelompok yang punya organisasi.

Baca Juga: IPO Saham: Keuntungan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Tujuan Perusahaan Menjadi Emiten

Tujuan utama dari perusahaan menjadi emiten adalah untuk memberikan penawaran efek kepada publik. Selain itu, dengan menjadi emiten juga bertanggung jawab mengelola dana publik tersebut sebaik mungkin. Bentuk pertanggung jawaban ini dibuktikan melalui rilis laporan keuangan emiten per kuartal.

Jika sebuah perusahaan ingin menjadi emiten maka perusahaan dapat melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham. Dengan melepas sahamnya ke publik, maka investor di pasar modal dapat membeli saham dan akan mendapatkan porsi kepemilikan terhadap perusahaan tersebut.

Perbedaan Emiten dan Perusahaan Publik

Perusahaan publik adalah perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada publik. Sedangkan, emiten tidak hanya menawarkan saham saja namun dapat berupa obligasi, hingga efek syariah seperti sukuk. 

Setiap perusahaan publik merupakan emiten, namun tidak setiap emiten adalah perusahaan publik. Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan terbatas dijelaskan, perusahaan publik adalah perusahaan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3 miliar. 

Hal tersebut berarti perusahaan publik adalah perusahaan terbuka yang sahamnya diperjualbelikan kepada masyarakat umum. Sementara, ada emiten yang hanya menjual surat berupa obligasi saja, tapi tidak menjual sahamnya kepada masyarakat umum.

Efek yang ditawarkan Emiten

1. Obligasi Korporasi

Efek pertama yang dapat ditawarkan oleh emiten adalah obligasi, tentunya karena diterbitkan oleh sebuah perusahaan maka obligasi ini juga akrab disebut dengan obligasi korporasi. Dengan berinvestasi pada obligasi korporasi, kamu akan mendapat pengembalian berupa pinjaman pokok dan juga kupon.

Penawaran obligasi oleh sebuah emiten biasanya hanya dilakukan di waktu tertentu, jadi kamu perlu cermat dan memantau terus informasi seputar emiten incaran mu. 

2. Reksa Dana

Jenis efek lainnya di pasar modal adalah reksa dana. Pada investasi reksa dana kamu bisa membeli berbagai macam efek secara kolektif. Pengelolaannya pun dibantu oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman.

3. Exchange Traded Fund (ETF)

Exchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana yang diperjualbelikan layaknya saham. Jadi, mekanisme ETF adalah reksa dana yang modalnya dikumpulkan dari banyak masyarakat dan penawarannya dilakukan seperti saham.

4. Saham

Saham adalah efek yang berbentuk surat berharga yang menyatakan kepemilikan perusahaan. Pengembalian dari investasi saham berupa capital gain dan juga dividen. Investasi pada instrumen saham tergolong high risk, high return yang berarti semakin tinggi keuntungan yang akan didapatkan maka semakin besar pula risikonya. Investor yang investasi saham bisa dikatakan juga sebagai pemilik emiten atau perusahaan tersebut. 

5. Derivatif

Derivatif merupakan perjanjian yang dibuat untuk memperjualbelikan suatu aset atau komoditas. Atau dikenal juga sebagai kontrak perjanjian perdagangan. Ditawarkan di pasar modal dan transaksinya diawasi oleh BAPPEBTI.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Saham dan Obligasi

 

Kesimpulan

Itu dia penjelasan tentang arti emiten yang perlu kamu pahami. Saat kamu ingin berinvestasi pada sebuah emiten yang kamu perlu adalah mengamati rekam jejak dari perusahaan tersebut. Dengan melihat rekam jejak perusahan kamu dapat melihat emiten-emiten menarik dengan potensi pertumbuhan yang bagus di masa depan. 

Teruntuk kamu yang sedang ingin berinvestasi dan sedang bingung menyeleksi emiten, kamu bisa mendownload aplikasi BIONS by BNI Sekuritas. Bersama BIONS kamu dapat memantau dan pergerakan harga saham emiten-emiten incaran mu kapan saja dan dimana saja. Yuk, download Aplikasi BIONS sekarang juga!

Related Tutorial

Author Detail

BIONS


Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut