BIONS | 2022-12-26

Kenali Fibonacci Retracement dan Cara Menggunakannya

Sebagai seorang investor pemula kamu perlu tekun dalam mempelajari berbagai analisis saham baik itu fundamental atau teknikal. Dalam analisis teknikal, salah satu hal yang perlu kamu pelajari adalah pola pergerakan harga saham secara periodik dari waktu ke waktu. Nah, pola pergerakan tersebut dapat kamu pelajari salah satunya menggunakan metode Fibonacci Ratio.

Baca Juga: Analisis Teknikal: Seru Membaca Trend Harga

Apa itu Fibonacci Ratio?

Fibonacci adalah serangkaian angka  yang diperoleh dengan menjumlahkan dua angka sebelumnya. Urutan pola tren fibonacci mengikuti deret sebagai berikut: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dan seterusnya. Pola angka ini dapat membantu menunjukkan area saham berada di level support atau resistance dari pergerakan harga saham.

Manfaat Fibonacci Pada Trading Saham

Investor dapat menggunakan rasio fibonacci untuk membantu menemukan kisaran area yang potensial untuk support dan resistance pada saham. Dalam hal ini support merupakan batas bawah, sementara resistance adalah batas atas. 

Analisis Fibonacci biasanya digunakan dengan cara mengambil garis untuk menyatukan dua titik ekstrem (titik tertinggi dan titik terendah) yang terdapat pada grafik harga. Kemudian, trader dapat melakukan pembagian jarak vertikal di antara kedua titik tersebut berdasarkan perbandingan Fibonacci. Selain itu terdapat beberapa teknik analisis lainnya dari Fibonacci yang dapat dimanfaatkan untuk melihat pergerakan saham pada kondisi pasar yang tidak menentu.

Teknik Analisa Fibonacci

Perlu diingat bahwa penggunaan teknik analisa fibonacci tidak dapat berdiri sendiri, dalam menyeleksi saham-saham seorang trader juga perlu mengkombinasikan indikator dan teknik analisis teknikal saham lainnya. Berikut beberapa jenis teknik analisis Fibonacci dalam yang perlu diketahui para trader pemula.

1. Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement digunakan untuk mengetahui di mana harga saham bermain. Beberapa titik akan menjadi level support dan resisten sekaligus, yang ketika mendekati akan berpotensi memantul. Tentunya kamu harus terlebih dahulu membuat gambar pola, dengan menarik garis dari titik terendah (swing low) ke titik tertinggi (swing high).

Nah, di antara angka-angka yang terlihat, bisa menunjukkan level support dan resistance. Tapi, bagaimana cara mengetahui ada swing high dan swing low. Swing high merupakan titik harga saham tertinggi sebelum penurunan yang ditandai oleh. Sebaliknya, swing low adalah titik harga saham terendah sebelum kembali naik ke atas.

Untuk level fibonacci retracement pada indikator ini, berada pada beberapa rasio, yakni 0,0%, 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 78,6%, 100%. Seringnya, para trader akan menambahkan 50 persen lagi, namun bukan dari angka fibonacci. Selain itu, kamu bisa menggunakan angka sebagai patokan saat retracement mengalami penurunan di tengah, atau biasa disebut golden ratio. Golden ratio merupakan hasil pembagian suatu angka fibonacci atas angka fibonacci sebelumnya selalu menghasilkan angka mendekati 1.618. Selain itu jika angka fibonacci setelahnya dibagi dengan angka fibonacci sebelumnya selalu menghasilkan angka mendekati 0.618. 

2. Fibonacci Expansion

Fibonacci Expansion berguna untuk mengetahui kapan tren pergerakan harga saham berhenti sejenak. Secara teknis, fungsi utama teknik analisis ini adalah untuk mengetahui waktu take profit atau ambil untung karena gelombang akan berakhir.

3. Fibonacci Time

Fibonacci Time memiliki makna membagi waktu. Artinya ada garis imajiner vertikal yang membagi pergerakan saham dengan zona waktu berdasarkan rasio emas Fibonacci.

Baca Juga: 5 Pola Candlestick Paling Potensial

 

Contoh Penerapan Fibonacci Retracement

Dalam penerapannya, kamu dapat menggunakan fibonacci untuk mendapatkan level support dan juga resistance pada harga saham. Untuk menghitungnya, kamu memerlukan informasi swing high dan swing low pada grafik saham.

Selanjutnya, jarak antara swing high dengan swing low ini menjadi area indikator fibonacci.Jika tren naik, maka titik B berposisi sebagai 0,0% dan titik A sebagai batas 100%. Sebaliknya, saat tren sedang menurun, maka titik A berposisi sebagai 0,0% dan titik B sebagai batas 100%.

Seperti contoh pada grafik di atas titik terendah berada pada titik A dan titik tertinggi berada pada titik B. Titik B merupakan wilayah swing high yang menandakan sebelum penurunan. sedangkan titik A dan C merupakan wilayah swing low yang menandakan kenaikan. 

Dalam grafik tersebut terlihat jelas bahwa support berada pada titik C yang berada pada level fibonacci 78.6%. Selanjutnya investor dapat menggunakan deret fibonacci lainnya untuk menentukan titik level support dan resistance pada harga saham. Disamping itu, titik D sampai E  merupakan golden ratio dimana level support berada pada posisi 61.8% dan terus berlanjut hingga 23.6%. 

Kesimpulan

Pasar saham merupakan tempat investasi yang sangat berisiko karena sangat berfluktuasi, tapi paling tidak fibonacci retracement dapat menjadi acuan dalam menyusun rencana trading saham. Kesalahan yang mayoritas dilakukan adalah ketika trader hanya fokus pada lingkup waktu pendek dan mengabaikan tren jangka panjang. Saat menggunakan analisis fibonacci investor perlu dibantu dengan indikator teknikal lainnya.   

Bagi kamu yang tertarik untuk mengaplikasikan teknik analisis fibonacci secara langsung di instrumen saham incaran mu. Kamu dapat memulai untuk berinvestasi saham dengan mendownload Aplikasi BIONS.  Bersama BIONS by BNI Sekuritas kamu dapat berinvestasi aman dan mudah. Yuk Download Aplikasi BIONS sekarang juga!

Related Tutorial

Author Detail

BIONS


Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut