Admin Dina | 2021-04-08

Strategi Investasi Reksa Dana Anti Buntung

Perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti sekarang ini tentunya menciptakan kemudahan berinvestasi bagi masyarakat luas terutama bagi masyarakat usia produktif yang telah sadar akan pentingnya investasi dan perencanaan keuangan.

Tentunya salah satu instrumen yang banyak diminati oleh kaum muda terutama para kaum pemula adalah instrumen Reksa Dana. Bagaimana tidak? Mengingat instrumen investasi ini dapat dilakukan dengan modal yang terjangkau, terlebih tingkat imbal hasil yang dapat dihasilkan oleh instrumen investasi ini cukup menarik.

Selain itu di Reksa Dana, investor cukup memilih Reksa Dana mana yang cocok dengan tujuan investasi mereka dan dana yang mereka investasikan di Reksa Dana selanjutnya akan dikelola oleh manajer investasi yang professional.

“Bagaimana, mudah bukan?”

Tunggu dulu! Walaupun begitu, bukan berarti kamu bisa langsung lepas tangan begitu saja. Kamu sebagai investor juga harus tetap mengetahui ilmu dasar dalam berinvestasi Reksa Dana serta hal- hal  apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih Reksa Dana.

Yuk kita bahas tentang beberapa trik dan strategi yang dapat kamu pelajari sehingga kamu dapat meraih tingkat imbal hasil yang optimal di Reksa Dana:

1. Strategi Market Timing

Dalam berinvestasi Reksa Dana penting untuk mengetahui timing yang tepat untuk membeli dan menjual Reksa Dana. Kamu disarankan untuk membeli pada saat pergerakan pasar mulai menguat dan harga masih rendah, agar potensi keuntungan dari reksa dana kamu cukup besar.

Tetapi sebaliknya, jika kamu gegabah dan terburu-buru dalam memutuskan untuk membeli Reksa Dana dengan harga tinggi, maka potensi keuntungan yang kamu miliki cukup kecil. Apalagi jika kamu akhirnya memutuskan untuk menjualnya di saat harga Reksa Dana tersebut sedang turun.

Sebelum kamu mengambil keputusan dalam berinvestasi Reksa Dana, kamu perlu untuk selalu mengamati indikator IHSG serta arah pergerakan pasar. Selain itu ketelitian, kesabaran serta ketepatan waktu menjadi hal yang penting dalam strategi ini.

 

2. Strategi Lump Sum

Di dalam strategi ini, investor langsung menyetorkan seluruh dana investasinya dalam jumlah tertentu pada awal investasi. Contohnya kamu memiliki alokasi dana untuk berinvestasi sebesar Rp15 juta, maka kamu akan menyetorkan semua dana kamu di awal dan tidak melakukan penambahan dana di kemudian hari.

Ada baiknya strategi ini dilakukan saat nilai harga investasi sedang rendah, sehingga saat nilai harga investasi bergerak naik kamu dapat meraih keuntungan yang besar. Strategi ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki penghasilan yang tidak tetap dan tidak mau repot untuk berinvestasi secara bertahap.

Akan tetapi, karena kamu diharuskan untuk menginvestasikan seluruh dana investasi di awal, maka kamu hanya akan mendapatkan di satu titik harga. Itu mengapa biasanya tingkat keuntungan dari strategi ini relatif lebih kecil serta tingkat risiko kerugian relatif lebih besar pula bila dibandingkan dengan strategi lain.

3. Strategi DCA “Dollar Cost Averaging”

Di dalam strategi Dollar Cost Averaging kamu diharuskan untuk mengivenstasikan dana dengan jumlah yang sama selama beberapa periode tertentu secara bertahap Contohnya, kamu menginvestasikan dana kamu di reksa dana yang sama sebanyak Rp10 juta setiap 3 bulan sekali selama 5 tahun.

Konsep dari strategi DCA adalah melakukan investasi secara rutin dengan jumlah yang sama tanpa menghiraukan harga investasi dengan tujuan meminimalisir risiko yang muncul dari fluktuasi penurunan harga. Dengan berinvestasi secara rutin, kamu juga dapat menghindari risiko kerugian yang besar saat pasar turun karena rata-rata harga pembelian investasi kamu cenderung moderat.

Strategi ini cocok untuk kamu yang memiliki penghasilan yang tetap rutin setiap bulannya.

4. Strategi Buy dan Hold

Strategi ini cocok untuk  kamu yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang. Konsep dari strategi buy dan hold adalah kamu membeli investasi (buy) kemudian membiarkannya (hold) dalam kurun waktu yang cukup panjang tanpa memperhatikan pergerakan pasar, dengan asumsi bahwa investasi jangka panjang akan memberikan keuntungan yang lebih maksimal.

Dalam strategi ini, jika kamu ingin mendapatkan tingkat keuntungan tertentu yang diinginkan, sebaiknya kamu menjalankan strategi buy dan hold ini dalam kurun waktu tertentu.  Selama kurun waktu tersebut dana investasi kamu akan disimpan tanpa melakukan pembelian, penjualan lainnya dan juga pengalihan.

Meskipun dengan adanya Manajer Investasi yang membantu kamu dalam mengelola dana di Reksa Dana kamu, penting bagi kamu tetap belajar mengenai investasi beserta strateginya. Dengan begitu, kamu dapat mencapai keuntungan yang optimal dari investasi Reksa Dana.

Bersama BNI Sekuritas kamu dapat belajar mengenai investasi melalui webinar – webinar Sekolah Pasar Modal secara gratis. Setelah kamu memiliki ilmu yang cukup mengenai investasi dan reksa dana kamu bisa langsung berinvestasi melalui aplikasi BIONS dari BNI Sekuritas. Ayo raih masa depan bersama BIONS.

 

Related Tutorial

Author Detail

Admin Dina

Admin Digital Channel

Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut