PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, memantapkan aksinya untuk melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).
Calon emiten yang akan menggunakan kode saham CNMA ini mematok harga IPO sebesar Rp270 per lembar saham. Nilai tersebut merupakan batas bawah dari harga penawaran awal di rentang Rp270 – Rp288 per lembar saham.
Rencananya Cinema XXI akan melepas sebanyak-banyaknya 8.335.000.000 (8,33 Miliar) saham dengan nilai nominal Rp8 per lembar saham. Jumlah saham itu setara 10% dari modal yang akan ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dalam IPO Cinema XXI berpotensi meraih dana Rp2,25 Triliun setelah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 2022, pendapatan Cinema XXI mencapai Rp4,40 Triliun, naik dari tahun 2020 dan 2021, tetapi memang masih di bawah 2019 dengan pendapatan sebesar Rp6,89 Triliun. Sementara itu untuk laba, Cinema XXI mencatatkan Rp504,53 Miliar pada 2022, berbalik dari rugi Rp365,80 Miliar pada 2021, dan rugi Rp578,87 Miliar pada 2020. Pada 2019, laba perseroan mencapai Rp1,27 triliun.
Cinema XXI akan menggunakan sekitar 65% dana IPO ekspansi jaringan bioskop Cinema XXI, melalui pengembangan bioskop dan/atau teater baru untuk menambah jumlah layar. Cinema XXI juga akan membeli proyeksi gambar dan suara dengan teknologi baru yang diperlukan untuk pembangunan tersebut.
Selanjutnya, sekitar 20% dana IPO digunakan untuk pembayaran lebih awal utang ke Bank BRI (BBRI) senilai Rp1,39 Triliun. Setelah pembayaran, saldo kewajiban perseroan menjadi Rp917,10 Miliar. Sisanya 15% dana IPO digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian barang dan jasa dalam rangka mendukung kegiatan usaha Cinema XXI.
Sampai dengan Maret 2023, Cinema XXI telah menghadirkan 1.235 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia, dan akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam 5 tahun ke depan.
Catat jadwal IPO Cinema XXI !
Tanggal Efektif |
25 Juli 2023 |
Masa IPO |
27 Juli-31 Juli 2023 |
Tanggal Penjatahan |
31 Juli 2023 |
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik |
1 Agustus 2023 |
Tanggal pencatatan di BEI |
2 Agustus 2023 |
Setelah melakukan IPO nantinya emiten CNMA bisa disebut sebagai perusahaan publik. Perusahaan publik merupakan perusahaan yang telah melakukan IPO, sesuai dengan peraturan pasar modal untuk menjadi perusahaan publik setidaknya perusahaan harus dimiliki 300 pemegang saham.
Baca juga: Perusahaan Publik: Definisi, Contoh dan Perbedaannya dengan Emiten
Kamu mau ikut IPO CNMA? Kamu bisa mengunjungi website e-ipo.co.id untuk tahu lebih lengkap informasi seputar IPO. Jika perusahaan atau emiten incaran kamu sudah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, yuk langsung melakukan investasi #BersamaBIONS loh!
Download dan registrasi sekarang untuk raih peluang investasimu! Dapatkan kombo hadiah menarik yaitu voucher 50k dan cashback 100% fee broker dengan menggunakan kode referal BIONS.
Author Detail
BIONS