BIONS | 2022-12-20

Perusahaan Publik: Definisi, Contoh dan Perbedaannya dengan Emiten

Saat ini minat masyarakat dalam berinvestasi terus meningkat. Ditandai dengan jumlah nomor identitas investor (SID) yang tumbuh 15,96% dari tahun 2021 menjadi sekitar 4 juta investor pada Juni 2022. Kegiatan investasi ini berupa penanaman modal dalam bentuk penyertaan dana melalui perdagangan instrumen surat berharga yang kegiatan berada di lingkup pasar modal. Penanaman modal dapat dilakukan oleh investor kepada perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Lalu apa itu perusahaan publik?

Apa Itu Perusahaan Publik? 

Perusahaan publik merupakan entitas bisnis dalam bentuk perseroan terbatas yang dapat menghimpun modal dari publik atau masyarakat umum melalui perdagangan surat berharga saham. Dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, perusahaan publik dikategorikan sebagai perusahaan dengan saham telah dimiliki oleh setidaknya 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor minimal Rp 3 miliar. Sebagai penanda bagi perusahaan publik ada identitas tambahan, Tbk singkatan dari terbuka, yang disisipkan pada nama belakang perusahaan. 

Baca Juga: Yuk, Memahami Emiten Lebih Dalam

Contoh Perusahaan Publik

Selain meningkatnya jumlah investor, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia juga terus bertambah hingga lebih dari 770 perusahaan pada awal tahun 2022. Perusahaan publik tersebut mencakup 9 sektor yang berbeda, seperti pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, industri barang konsumsi, properti dan real estate, infrastruktur, utilitas dan transportasi, keuangan, serta perdagangan, jasa, maupun investasi. Contoh perusahaan publik diantaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT GOTO Gojek Tokopedia, Tbk., PT Adhi Karya (Persero), Tbk., dan lainnya. 

Perbedaan Perusahaan Publik dan Emiten

Secara umum yang mendasari perbedaan antara emiten dan perusahaan publik adalah status initial public offering (IPO), yaitu proses penawaran umum saham perusahaan kepada masyarakat untuk pertama kalinya. Perusahaan publik dikategorikan sebagai perusahaan yang telah melakukan IPO, maka dari itu sesuai dengan peraturan pasar modal, saham perusahaan setidaknya telah dimiliki oleh 300 pemegang saham. Sedangkan emiten adalah pihak yang sedang melakukan IPO.

Syarat Beralih Menjadi Perusahaan Publik

Bagi perusahaan yang ingin beralih go public terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Terlepas dari jenis surat berharga: saham, obligasi, maupun sukuk, persyaratan tersebut diantaranya:

1. Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Perusahaan yang ingin menawarkan surat berharga dalam bentuk saham, perusahaan wajib berbadan hukum perseroan terbatas. Sedangkan, jika hanya menarik permodalan dalam bentuk surat utang cukup hanya berbentuk badan usaha. Tata kelola pun juga perlu ditunjang dengan pimpinan perusahaan yang terstrukturisasi, seperti terpenuhinya posisi komisaris independen, komite dan internal audit, sekretaris, dan direksi.

2. Pemeringkatan

Syarat ini hanya dikhususkan bagi perusahaan yang ingin menjual surat utang. Pemeringkatan ini dilakukan oleh perusahaan pemeringkat efek yang terdaftar di OJK.

3. Keuangan dan Akuntansi memadai

Setidaknya perusahaan penjual obligasi atau sukuk harus memenuhi pemeringkatan 4 dan laporan keuangan dua tahun terakhir wajar tanpa modifikasi (WTM). Sedangkan bagi penawaran saham, harus memenuhi masa operasional diantara 12-36 bulan dan laporan keuangan WTM dalam 1-2 tahun. Lebih rinci lagi ada syarat permodalan, seperti harus memenuhi minimal kondisi keuangan, setidaknya memiliki pendapatan senilai lebih dari Rp800,000,000,000, total aset lebih dari Rp2.000.000.000.000, laba sebelum pajak dalam 2 tahun terakhir Rp100.000.000.000, (bagi penawaran papan utama), dan keuangan lainnya.

4. Memenuhi Struktur Penawaran Umum

Syarat ini perlu dipenuhi oleh perusahaan yang akan menjual saham kepada publik. Berkaitan dengan minimal saham yang ditawarkan sekitar 150 - 300 juta lembar. Harga saham perdana ≥Rp50 sampai Rp100 tiap lembar saham. Hingga total pemegang saham yang harus membeli ≥300 sampai ≥1000 pihak. 

Baca Juga: IPO Saham: Keuntungan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Manfaat Perusahaan Publik 

Keputusan suatu perusahaan untuk go public adalah cara yang dilakukan untuk keperluan akselerasi pertumbuhan bisnis. Sebab perusahaan publik dapat menerima banyak keuntungan yang tentunya akan menunjang pengembangan usaha. Keuntungan yang diperoleh, diantaranya:

 

1.       Terbukanya akses pendanaan jangka panjang

Seiring dengan penawaran penjualan surat berharga melalui pasar modal, pemodalan yang diterima akan menjadi sumber pendapatan baru dan mampu meningkatkan nilai ekuitas sehingga struktur pemodalan menjadi optimal. Tidak hanya dari penerbitan saham, perusahaan publik dapat memperoleh pendanaan melalui jenis surat berharga lainnya, seperti surat utang jangka pendek atau jangka panjang. Selain memperoleh pendanaan dari perdagangan di pasar modal, perusahaan publik memiliki kesempatan untuk mendapatkan kredit perbankan atau institusi keuangan lainnya. Selain itu, tingkat bunga pinjaman yang diperoleh akan relatif lebih rendah karena credit risk perusahaan publik yang cenderung lebih kecil dibanding perusahaan tertutup. Hasil pemodalan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk membiayai pengembangan dan ekspansi bisnis, membayar utang, hingga melakukan akuisisi perusahaan lain.

2.       Meningkatkan citra perusahaan

Bagi perusahaan publik, kinerja operasional dan keuangan akan sangat berpengaruh pada penilaian masyarakat terhadap citra perusahaan. Hal ini terjadi karena kondisi perusahaan tersebut dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Dengan begitu, jika kinerja perusahaan terus meningkat maka nilai perusahaan akan semakin tinggi.

3.       Dampak mempertahankan kelangsungan usaha

Adanya strukturisasi pada perusahaan publik membuat pembagian peran antara pemilik dan manajemen menjadi jelas dan terpisah. Hal ini dilakukan oleh para pemilik perusahaan publik untuk mempercayakan pengelolaan bisnis pada pihak profesional. Meskipun begitu peran pemilik tidak akan pernah lepas karena porsi kepemilikan saham membuat pemiliki akan tetap terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui rapat umum pemegang saham.

4.       Menumbuhkan loyalitas karyawan

Pada perusahaan publik, karyawan dapat dilibatkan dalam program kepemilikan saham melalui pemberian saham. Strategi ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa loyalitas karyawan sekaligus melibatkannya dalam proses pertumbuhan perusahaan.

5.       Mendapat insentif pajak

Keringan pembayaran pajak ini disediakan oleh pemerintah dengan penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 3% bagi perusahaan terbuka namun harus sesuai dengan persyaratan tertentu. Ditambah lagi, tarif pajak final hanya 0.1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham di BEI.

 

Bagi kamu yang ingin memiliki sebagian dari perusahaan publik impian, yuk, mulai investasi saham #BersamaBIONS. Aplikasi multi investasi ini tidak hanya digunakan untuk investasi saham, namun juga dapat digunakan dalam berinvestasi reksa dana, obligasi, EBA Ritel, dan surat berharga negara (SBN).

Klik tautan ini Let's Get Started | Register (bions.id) untuk daftar BIONS sekarang! #GoBeyondWithBIONS.

Related Tutorial

Author Detail

BIONS


Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut