BIONS | 2022-12-02

Pahami Investasi Jangka Panjang Beserta Contohnya

Memiliki kondisi finansial yang baik di usia senja pasti menjadi keinginan semua orang. Tentunya hal tersebut tidak dapat diperoleh secara instan.  Selain menabung, kamu juga perlu konsisten dalam berinvestasi agar dapat mewujudkan keinginan tersebut. Nah, kamu bisa mencoba untuk berinvestasi jangka panjang agar dana investasi terus bertumbuh di masa depan. Yuk kita telusuri apa itu investasi jangka panjang dan juga pilihan-pilihan instrumennya. 

 

Mengenal Investasi Jangka Panjang

Investasi adalah kegiatan penanaman modal dengan mengharapkan keuntungan di masa depan. Penanaman modal ini bisa dilakukan pada rentang waktu yang fleksibel berdasarkan tujuan sang investor. Ketentuan periode investasi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jangka pendek dengan periode 3-12 bulan. Sedangkan periode jangka panjang, penanaman modal dilakukan untuk waktu lebih dari 1 tahun. 

Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang ditujukan untuk dapat menghasilkan dalam jangka waktu yang panjang. Jadi investor yang berinvestasi jangka panjang baru bisa dinikmati hasilnya setelah beberapa tahun. Selain bergantung pada pertumbuhan nilai investasi, keberhasilan investasi jangka panjang sangat erat kaitannya dengan konsistensi investor untuk mencapai tujuan investasinya.

Baca Juga: Rahasia dan Tips Investasi Saham Ala Warren Buffett

 

Cara Menentukan Tujuan Investasi Jangka Panjang

Meskipun investasi diperuntukkan untuk kepentingan masa depan, namun dalam mengalokasikan dana calon investor perlu memperhatikan kondisi keuangan rumah tangga harian. Seperti halnya seorang individu dapat mengidentifikasikan terlebih dahulu seluruh jumlah pendapatan yang dikurangi dengan total kebutuhan bulanan. Dari sisa pemenuhan kebutuhan rumah tangga tersebut lah yang dapat dialokasikan sebagai dana investasi atau biasa disebut uang dingin.

Tujuan investasi menggunakan uang dingin agar nilai investasi yang fluktuatif dari waktu ke waktu tidak mempengaruhi dana kebutuhan harian. Namun bukan berarti investor dapat membiarkan kerugian investasi, karena sebetulnya investasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Selain itu dibutuhkan pula kesabaran yang tinggi bagi investor karena keuntungan pengembalian investasi akan terasa besar jika dilakukan dalam rentang jangka panjang. 

Untuk merancang investasi jangka panjang, tentukan dulu tujuan investasi yang membantu investor mengetahui keperluan hingga berapa lama waktu yang ditetapkan sampai meraih keuntungan. Berikut ini 3 langkah dalam menentukan tujuan investasi:

1. Buat Tujuan Secara Jelas

Memiliki kejelasan tujuan dalam berinvestasi sangat penting untuk mencapai kesuksesan investasi. Menentukan tujuan selanjutnya akan membantu investor dalam memilih instrumen, strategi, dan fokus pada investasi. Inilah pertanyaan yang dapat membantu dalam menentukan tujuan investasi.

a.  Untuk apa uang investasi akan digunakan?

Calon investor perlu dengan jelas mengutarakan hal yang ingin dicapai dari hasil investasi. Misalnya saja untuk membeli rumah, biaya sekolah anak, hingga dana pensiun.

b.  Kapan saya akan membutuhkan uang hasil investasi?

Penentuan waktu menjadi salah satu hal dalam mempertimbangkan besaran dana yang akan dialokasikan.

c.   Seberapa besar toleransi saya terhadap risiko?

Seluruh instrumen investasi yang dipilih dapat disesuaikan dengan tingkat risiko personal.

d.  Apakah ada hal lain yang seharusnya dilakukan menggunakan alokasi dana investasi?

Penting bagi calon investor untuk mengetahui sumber dana investasi. Maka pastikanlah dana tersebut berasal dari uang dingin.

e.  Apakah saya mengerti, instrumen apa yang saya investasikan?

Berinvestasi memang memerlukan pengetahuan agar calon investor tidak tertipu atau terbuai dengan keuntungan sesaat. Maka taruhlah modal pada instrumen keuangan yang kamu pahami.

2. Membuat Perencanaan Keuangan

Demi memudahkan investor dalam mengalokasi dana investasi, misalnya untuk pendidikan anak, mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga adalah kuncinya. Hal ini berguna untuk melacak aktivitas keuangan keluarga dengan memasukkan target dana pendidikan ke dalam komponen pengeluaran (tabungan maupun investasi). Selain itu, perhitungan rata-rata jumlah dana yang perlu dialokasikan tiap bulannya dapat dibagi rata dengan periode investasi yang dipilih (Rp300.000.000 : 72 bulan = sekitar Rp4.200.000/bulan). Hal ini akan bermanfaat bagi investor fokus dan konsisten untuk menyisihkan dana keperluan investasi sesuai dengan rentang waktu yang harapkan.

3. Jadikan alokasi investasi secara otomatis

Agar pengalokasian dana terus dijaga secara rutin, fitur alokasi investasi otomatis akan menjadi solusi terbaik. Pemilihan ini akan memudahkan mu untuk tetap berada dalam jalur rencana investasi dana pendidikan. Selain itu, pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting akan tetap terhalau untuk fokus pada investasi dana pendidikan.

 

Instrumen Investasi Jangka Panjang

Menanamkan modal dalam jangka panjang akan lebih menghasilkan dibandingkan dengan jangka pendek. Salah satu alasannya adalah compounding, artinya nilai aset yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada umumnya mekanisme compounding ini terjadi dalam investasi di deposito perbankan maupun surat berharga di pasar modal. Namun, tentunya tingkat pertumbuhan pada pasar modal kerap kali lebih tinggi dibanding perbankan.

Contohnya, investasi pada saham, tahun pertama membeli dengan harga sebesar Rp1,200 lalu terjadi kenaikan sebesar 10%. Maka di akhir tahun, harga finalnya sebesar Rp1,320. Kemudian tahun selanjutnya dimulai dari harga final, dan mengalami peningkatan 10%, maka akan bernilai Rp1,452. Jika dilakukan dalam jangka panjang, tentunya keuntungannya akan sangat besar. Selisih harga tersebut yang akan menguntukan investor untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Berikut ini lima jenis investasi pasar modal yang dapat dipilih untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

1. Obligasi

Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencari modal dari masyarakat adalah dengan mengeluarkan obligasi. Surat utang ini biasanya memiliki jatuh tempo hingga mencapai lebih dari 10 tahun. Dengan berinvestasi melalui obligasi, keuntungan yang diperoleh berasal dari selisih harga beli dan harga jual (capital gain) serta kupon yang lebih tinggi dari BI rate secara periodik. Selama rentang 10 tahun tersebut, tentu potensi pengurangan nilai akibat inflasi tidak terelakan, dengan begitu memilih berinvestasi pada obligasi dapat membantu investor untuk tetap menjaga nilai investasi.

2. Surat Utang Berbasis Syariah (Sukuk)

Bagi investor muslim yang ingin berinvestasi tapi tetap menghindari potensi riba, maysir, maupun gharar bisa berinvestasi melalui sukuk, yaitu surat sertifikat bukti kepemilikan aset dalam jangka waktu sekitar 2-3 tahun. Investor tidak perlu khawatir karena legalitasnya dibuktikan atas Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta dikendalikan oleh Dewan Syariah Nasional. Mirip dengan obligasi konvensional, keuntungan investasi sukuk berasal dari capital gain. Selain itu, ada pula pembagian imbal hasil atau nisbah yang diperhitungkan saat awal investasi dan dibayarkan tiap bulan.

3. Surat Utang Negara dan Surat Berharga Syariah Negara

Obligasi ini secara spesifik dikeluarkan dan dijamin pengembaliannya oleh negara dengan jatuh tempo hingga puluhan tahun. Maka dari itu, investor dapat merasa aman untuk meraih pengembalian dana dan keuntungan karena terhindar dari masalah gagal bayar. Disamping itu, obligasi ini juga tersedia dalam dua variasi, yaitu konvensional (surat utang negara) dan syariah (surat berharga syariah negara) yang dapat dipilih berdasarkan preferensi masing-masing individu.  Disamping fokus mencari keuntungan, dengan berinvestasi pada jenis ini maka investor juga berkontribusi membangun infrastruktur negara. Dengan begitu, investasi pada obligasi yang dikeluarkan negara adalah instrumen jangka panjang yang profitable.

4. Saham

Pada umumnya berinvestasi saham memang diperuntukkan untuk rentang waktu yang panjang. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang mampu mempengaruhi fluktuasi harga saham serta keuntungan investor. Dengan menaruh dana pada instrumen saham, seorang investor akan menerima keuntungan berupa dividen dan capital gain. Selain itu, saham biasanya dipilih oleh investor dengan profil risiko agresif karena toleransi tinggi akan potensi penurunan harga membuat jenis investasi ini akan sangat riskan bagi investor yang ingin menjamin keamanan dan stabilitas keuntungannya.

5. Reksa Dana Saham

Instrumen investasi reksa dana juga dapat menjadi pilihan untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Pemilihan investasi ini dapat membantu investor untuk rutin menyisihkan dana demi kepentingan masa depan. Terlebih penanaman modal dalam reksa dana saham, di mana investor yang memiliki toleransi tinggi akan berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang diterima. Selain itu, investasi reksa dana umumnya akan dibantu pemaksimalan pengelolaannya oleh Manajer Investasi jadi memudahkan investor yang hanya memiliki pengetahuan terbatas mengenai investasi.

Dalam serangkaian instrumen investasi tersebut, kamu bisa mulai merencanakan investasi jangka panjang melalui aplikasi multi investasi, BIONS.

Baca Juga: Kenali Obligasi: Investasi Tepat, Rendah Resiko

 

Tips Investasi Jangka Panjang

Tiada investasi yang bebas risiko. Begitu pula dengan investasi dalam jangka panjang. Meskipun begitu, risiko dapat diminimalisir jika mengikuti tips-tips berinvestasi jangka panjang seperti berikut: 

1. Kenali instrumen Investasi

Sebelum berinvestasi jangka panjang, pastikan kamu telah memilih instrumen-instrumen investasi yang tepat. Karena tidak semua instrumen investasi ideal untuk jangka panjang. Tentunya kamu harus cermat dan teliti ketika memilih instrumen investasi. Pastikan juga instrumen tersebut sesuai dengan kondisi keuangan dan profil risiko mu.

2. Beli Pada Saat Harga Turun

Membeli saham atau surat berharga pada saat harga turun akan menguntungkan bagi investor. Potensi kenaikan harga akan terjadi di periode berikutnya dan harapannya selisih harga akan lebih besar.

3. Pentingnya Diversifikasi Portofolio

Ada istilah yang mengatakan, kalau menaruh modal pada beberapa ember lebih baik dari pada hanya satu ember. Keuntungnya adalah bila satu ember ada yang bocor, maka masih ada potensi keuntungan pada ember lainnya. Namun jika hanya memiliki satu ember dan ember tersebut bocor, maka kerugian akan sangat besar. Menginvestasikan dana pada lebih dari satu perusahaan atau industri secara bersamaan akan mengurangi risiko bisnis dan risiko pasar. 

4. Gunakan jasa profesional 

Bagi calon investor yang masih awam dengan investasi, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional dalam mengelola dana. Khususnya bagi kamu yang ingin berinvestasi pada reksa dana. Profesional yang biasa berkutat mengelola dana memiliki pengetahuan lebih dalam mengenai manajemen investasi, pasar, ekonomi, maupun sosial. Bila pun ada potensi risiko eksternal, profesional dapat menangkap dan mengantisipasi pengaruhnya pada investasi yang telah dilakukan.

Pada dasarnya investasi jenis apapun baik pendek maupun panjang memerlukan pertimbangan yang matang agar dana yang dialokasikan tepat berada pada perusahaan yang profitable dan berpotensi berkembangan dalam jangka lama. Maka, sebelum menentukan jenis investasi, buatlah tujuan yang jelas dan buat simulasi perhitungan alokasi dana. Investasi surat berharga pun menjadi salah satu instrumen yang cocok dalam rentang jangka panjang. Kini BIONS hadir sebagai aplikasi multi investasi yang akan memudahkan kamu untuk mengatur investasi demi tujuan yang diidam-idamkan.

Related Tutorial

Author Detail

BIONS


Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut