BIONS | 2022-11-10

IPO Saham: Keuntungan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Saat ini jumlah investor publik yang memasuki pasar modal kian meningkat, begitu juga perputaran dana yang berada di pasar modal juga semakin besar. Hal tersebut tentu menjadi peluang bagi para perusahaan untuk memperoleh modal dari masyarakat dengan cara melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau yang lebih dikenal dengan istilah Initial Public Offering (IPO). Yuk kenali IPO saham lebih lanjut!

Baca Juga: Belajar Investasi Saham: Investor Pemula Wajib Tahu

 

Apa itu IPO?

IPO atau Initial Public Offering atau penawaran umum merupakan proses saat sebuah perusahaan atau emiten menawarkan dan menjual efek-efek yang diterbitkan dalam bentuk saham kepada masyarakat luas. IPO ini menandakan bahwa sebuah perusahaan beralih dari sebelumnya hanya dimiliki secara pribadi (PT tertutup) menjadi perusahaan publik (Tbk), oleh karena itu IPO atau Initial Public Offering juga sering disebut dengan go public.  Dengan IPO, investor publik dapat melakukan pembelian saham pada perusahaan-perusahan yang telah melakukan IPO. 

Dalam penerapannya, perusahaan yang melakukan IPO akan mendaftarkan perusahaannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI dan OJK akan menelaah permohonan yang diajukan perusahaan serta berhak meminta perubahan atau tambahan informasi kepada perusahaan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh material mengenai penawaran saham, kondisi keuangan, dan kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan kepada publik melalui prospektus sesuai dengan fakta.

 

Mengenal E-IPO

Semakin berkembangnya teknologi, sejak awal 2022 BEI menyediakan sarana penawaran saham perdana secara online melalui platform digital Electronic Indonesia Public Offering (e-ipo) yang berbasis web untuk memudahkan investor membeli saham IPO melalui penawaran saham perdana. Hadirnya E-IPO menjadi akses bagi seluruh investor untuk berpartisipasi dalam penawaran perdana saham, sehingga meningkatkan kesempatan investor ritel untuk memperoleh alokasi penjatahan saham perdana.Keuntungan & Risiko Membeli Saham di Saat IPO Bagi Investor

Dalam proses IPO, kamu dapat membeli saham perusahaan yang kamu inginkan sebelum saham tersebut diperdagangkan di bursa dan seringkali harga saham IPO merupakan harga termurah jika kamu berinvestasi di perusahaan yang berpotensi tumbuh besar. Keuntungan yang bisa kamu terima dengan membeli saham IPO adalah selisih harga jual dan harga beli saham, saham IPO memiliki potensi kenaikan 2 kali batas Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama saat perdagangan saham IPO tersebut listing di bursa. 

Meski demikian, tidak ada jaminan pasti bahwa saham IPO yang kamu beli pasti memberikan keuntungan. Terdapat beberapa saham yang pernah mengalami penurunan dan bahkan menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) setelah IPO sehingga menyebabkan kerugian bagi investor.  Oleh sebab itu untuk menghindari risiko saat membeli saham IPO,  sangat penting untuk investor melakukan 3 hal dibawah ini.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membeli Saham IPO

1. Analisis Rekam Jejak Perusahaan dan Prospektus Perusahaan

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah rekam jejak perusahaan. Dengan melihat rekam jejak perusahan kamu dapat melihat saham-saham unggulan dengan potensi pertumbuhan yang bagus di masa yang akan datang. 

Selain itu, saat melakukan IPO perusahaan akan menerbitkan prospektus terlebih dahulu. Pastikan kamu telah membaca prospektus perusahaan yang akan IPO dengan teliti. Prospektus perusahaan biasanya memuat riwayat usaha, bidang usaha, prospek usaha yang digeluti emiten. Dengan membaca prospektus perusahaan secara seksama maka kamu akan memahami bisnis proses perusahaan dan juga prospek kinerjanya di masa depan.

2. Ketahui Tujuan IPO Perusahaan

Selanjutnya, kamu perlu mengetahui tujuan perusahaan dalam melakukan IPO. Jika emiten melakukan IPO dengan tujuan ekspansi bisnis, maka perusahaan dapat dikatakan positif karena dana IPO akan digunakan untuk memperoleh sumber pendapatan baru. 

Di sisi lain, kamu perlu menghindari perusahaan yang memiliki kewajiban membayar utang. Seringkali perusahaan yang memiliki utang besar akan melakukan IPO untuk mendapatkan dana segar dari publik. Perusahaan seperti ini harus dihindari karena akan sulit berkembang di masa depan dan akan merugikan investor.

3. Pahami Kondisi Keuangan dan Profil Risiko

Saham-saham IPO cenderung memiliki risiko yang tinggi, namun juga dapat mendatangkan keuntungan dalam jangka waktu cepat. Karena itu, kamu perlu memperhatikan kondisi finansial pribadi ketika melakukan pembelian saham IPO.  Apabila kamu cenderung memiliki profil risiko yang moderat atau bahkan konservatif, sebaiknya kamu menghindari saham-saham IPO dan mencari alternatif investasi saham lain.

Baca Juga: E-IPO: Beli Saham IPO Secara Online Tanpa Ribet

 

Tahap melakukan pemesanan e-IPO:

1. Tahap Registrasi Akun

Sebelum membeli saham melalui e-IPO, investor terlebih dahulu harus memiliki akun e-IPO. Berikut tahapan registrasi akun e-IPO:

· Masuki website e-ipo.co.id

· Klik menu Register

· Masukkan e-mail dan pilih jenis investor

· Isi data diri secara lengkap, lalu klik Send dan I agree

· Akan muncul Registration Detail, lalu klik Register

· Klik authentication link yang dikirimkan ke e-mail investor yang terdaftar

· Masukkan kode OTP, lalu buat password

· Klik Broker untuk menambahkan BNI Sekuritas menjadi broker dan masukkan nomor SID

2. Tahap Penawaran 

Terdapat dua masa penawaran pada saat perusahaan melakukan IPO, investor perlu memahami dan berpartisipasi dalam setiap masa penawaran untuk mempengaruhi harga final dari saham yang akan melangsungkan IPO.

  1. Masa Penawaran Awal (Book Building)
    Masa Penawaran awal (book building) adalah waktu dimana investor dapat menyampaikan minat atas suatu saham yang sedang melakukan IPO pada rentang harga tertentu. Masa penawaran awal biasanya berlangsung 7 hingga 21 hari kerja.
  2. Masa Penawaran Umum (Offering)
    Setelah masa Book Building berakhir, berikutnya akan dilanjutkan dengan masa penawaran umum (offering). Pada masa ini investor wajib menyediakan dana di RDN sejumlah pemesanan pada masa Book Building. Pada saat periode Offering harga saham ditawarkan telah final. Jika harga pesanan kamu pada masa book building lebih kecil daripada harga saham yang telah ditetapkan maka pesanan kamu akan dibatalkan, sedangkan jika harga pesanan kamu lebih besar maka pesanan akan dilanjutkan dan harga pesanan kamu akan disesuaikan dengan harga penawaran. Periode ini berlangsung berlangsung paling lama selama 5 hari kerja.  

3. Tahap Pemesanan 

Investor dapat melakukan pemesanan IPO melalui website e-IPO. Sebelum memesan saham IPO pastikan kamu membaca prospektus dengan seksama dari perusahan IPO incaran mu. Berikut merupakan tahapan untuk pemesanan pada saat periode offering

  1. Login melalui website e-ipo.co.id
  2. Pilih saham yang diinginkan, lalu klik More Info
  3. Klik Place Order
  4. Isi e-form pemesanan, lalu klik Send
  5. Masukkan kode OTP

Setelah itu, investor perlu memastikan nominal dana di Rekening Dana Investor (RDI) cukup sesuai dengan jumlah yang diinginkan pada saat memesan saham IPO. Selanjutnya investor hanya perlu melakukan konfirmasi melalui kolom status. Nah tunggu apalagi, ayo segera berinvestasi dan membeli saham IPO Bersama BIONS.

Related Tutorial

Author Detail

BIONS


Halo, saya DINA - chatbot BIONS, siap membantu kamu. Untuk memulai percakapan mohon lengkapi data berikut